Pernah merasa pakaian yang masih baru tiba-tiba menjadi melar, warnanya memudar, atau tekstur kainnya terasa kasar? Banyak orang langsung menyalahkan kualitas bahan pakaian. Padahal dalam banyak kasus, kerusakan tersebut justru terjadi karena cara mencuci yang kurang tepat.
Mencuci pakaian memang terlihat sebagai aktivitas sederhana. Namun jika dilakukan tanpa memperhatikan jenis bahan dan cara perawatannya, pakaian bisa lebih cepat rusak. Berikut beberapa kesalahan mencuci pakaian yang cukup sering terjadi tanpa disadari.
Mencampur Semua Pakaian Tanpa Dipilah

Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah mencuci semua pakaian sekaligus tanpa memisahkan warna maupun jenis bahannya. Pakaian berwarna gelap yang dicuci bersama pakaian terang bisa menyebabkan warna luntur dan menempel pada kain lain.
Selain itu, bahan yang lebih kasar seperti jeans atau jaket tebal jika dicampur dengan bahan yang lebih lembut seperti katun tipis atau sifon dapat menimbulkan gesekan berlebih. Gesekan tersebut membuat serat kain cepat rusak, berbulu, bahkan berpotensi robek. Karena itu, sebaiknya pakaian dipisahkan berdasarkan warna dan jenis kain sebelum dicuci.
Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak

Banyak orang berpikir bahwa menambahkan deterjen lebih banyak akan membuat pakaian menjadi lebih bersih. Padahal penggunaan deterjen berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada serat kain.
Residu deterjen yang tidak terbilas sempurna bisa membuat pakaian terasa kaku dan warnanya cepat kusam. Selain itu, sisa deterjen juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit bagi sebagian orang. Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan agar proses pencucian tetap efektif tanpa merusak pakaian.
Salah Memilih Mode Mesin Cuci

Tidak semua pakaian cocok dicuci dengan pengaturan mesin yang sama. Mode pencucian dengan putaran tinggi bisa terlalu keras untuk bahan tertentu dan membuat pakaian kehilangan bentuk aslinya.
Bahan yang lebih sensitif seperti pakaian rajut, pakaian dalam, atau pakaian bayi sebaiknya dicuci dengan mode lembut atau gentle. Dengan memilih mode mesin cuci yang sesuai, risiko kerusakan pada pakaian dapat dikurangi.
Mencuci Pakaian Terlalu Sering

Tidak semua pakaian harus langsung dicuci setelah sekali dipakai. Beberapa jenis pakaian seperti jaket, sweater, atau celana tertentu masih bisa digunakan beberapa kali selama tidak kotor atau berbau.
Mencuci terlalu sering dapat membuat serat kain lebih cepat menipis dan kehilangan kekuatannya. Akibatnya pakaian menjadi lebih cepat rusak meskipun masih terlihat layak digunakan.
Baca Juga : 6 Cara Menghilangkan Noda Minyak di Baju Tanpa Merusak Kain
Menjemur Pakaian dengan Cara yang Kurang Tepat

Proses setelah mencuci juga mempengaruhi kondisi pakaian. Menjemur pakaian langsung di bawah sinar matahari yang terlalu terik dapat membuat warna pakaian cepat pudar dan kain menjadi lebih rapuh.
Selain itu, menggantung pakaian basah yang berat menggunakan hanger juga dapat membuat bagian bahu melar. Untuk menjaga kualitas pakaian, sebaiknya jemur pakaian dengan posisi terbalik dan hindari paparan matahari langsung terlalu lama.
Jika Anda ingin hasil pencucian yang lebih bersih dan aman untuk berbagai jenis bahan pakaian, Anda juga bisa menggunakan layanan profesional dari Aquantara Laundry. Layanan Laundry Semarang dari Aquantara membantu proses pencucian pakaian dengan sistem yang lebih higienis dan terkontrol. Anda juga dapat melihat lokasi cabang laundry Aquantara yang tersedia untuk memudahkan layanan laundry di berbagai area.
1 Komentar
[…] Baca Juga : 5 Kesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Baju Cepat Rusak […]